PEMKAB DIHADIAHI DUA POHON PISANG

HUT Solok Selatan Tanpa Paripurna

08 January 2013, 15:05
0 komentar | Dibaca: 696
Haluan Media : Situs Berita Terbaru & Aktual Padang , Riau dan Kepri | HUT Solok Selatan Tanpa Paripurna
Dua batang pohon pisang (Foto: HaluanMedia.com)

SOLOK SELATAN, HALUAN MEDIA — Puncak peringatan Hari Ulang Tahun Kabupaten Solok Selatan yang ke-9, pemerintah daerah diha­diahi dua batang pohon pisang oleh warga bertuliskan “Kado Ulang Tahun Kabupaten Solok Selatan ke-9”, Senin (7/1).

Dua batang pohon pisang ditanam oleh warga di ruas jalan provinsi yang sudah rusak parah. Jalan ini merupakan jalan lintas Kabupaten Solok Selatan dari Padang Aro me­nuju Sungai Rumbai Dhar­mas­raya, tepatnya di Jorong Durian Taruang di dekat MTSN Lubuk Gadang.

Aksi penanaman pohon pisang ini merupakan protes kepada pemerintah daerah dan pemerintah provinsi karena dinilai lamban memperbaiki jalan. Sedangkan jalan tersebut merupakan jalan lintas yang terletak di pusat kabupaten di Padang Aro.

Pengamatan Haluan di lapa­ngan, jalan ditutup dengan meng­gunakan kayu pengaman dan bertu­lisan pemberitahuan bahwa jalan tidak bisa dilewati karena sudah banyak mendatangkan kor­ban. Menurut keterangan pemuda setem­pat, Derianto Putra, aksi itu murni lahir atas inspirasi ma­syarakat Durian Taruang.

Menurutnya, masyarakat setem­pat tidak melarang pengendara lewat, tetapi hanya mengalihkan jalan dari jalan provinsi ke jalan kabupaten, yang hanya berjarak sejauh 1 km. “Jalan ini kami tutup sampai pemerintah daerah men­datangkan alat berat untuk mem­perbaikinya,” terangnya.

Kondisi jalan rusak ini dipicu oleh galian c yang dilakukan di sepanjang jalan dari Lembah Gumanti sampai Pantai Cermin Kabupaten Solok.

Ada Rencana Perbaikan Jalan

Pemerintah Kabupaten Solok Selatan mendapatkan anggaran dari pemerintah pusat dan provinsi dengan total anggaran mencapai Rp91,5 miliar. Dana diperuntukkan memperbaiki infrastuktur jalan dan jembatan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Solsel Dasrul Ajis mengatakan, jumlah dana Rp40 miliar berasal dari Dana Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) dan Rp51,5 miliar dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Sumatera Barat 2013.

Rp80 miliar untuk peningkatan jalan dari Alahan Panjang Keca­matan Lembah Gumanti Kabu­paten Solok menuju Padang Aro Kabupaten Solsel, sedangkan sisanya senilai Rp 11,5 miliar untuk pembangunan jembatan dan peme­liharaan jalan Provinsi di Solsel.

Untuk jembatan mendapat jatah sebanyak 3 unit, yaitu Jembatan Lubuk Ulang Aling Kecamatan Sangir Batang Hari Rp5 miliar, Jembatan Talao Kecamatan Sangir Balai Janggo Rp2,5 miliar dan Jembatan Pinang Awan Keca­matan Pauah Duo Rp 2,5 miliar. Sisanya senilai Rp1,5 miliar diper­gunakan untuk pemeliharan jalan provinsi di Solsel.

Diwarnai Kegaduhan

Selain itu, puluhan masyarakat menggelar aksi damai di depan kantor Bupati Solok Selatan. Adapun tuntutan para penggelar aksi damai itu adalah memba­talkan peraturan bupati dan menga­jak agar bupati menyelesaikan masalah secepatnya dengan legislatif.

Aksi kegaduhan itu muncul akibat perseteruan politik antara legislatif dan eksekutif tentang penetapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah 2013 Kabupaten Solok Selatan.

Menanggapi hal ini, Attila Majidi, SP, Dt Sibungsu menga­takan, persoalan rebut-ribut pemba­hasan anggaran yang terjadi di Solok Selatan, menunjukkan belum dewasanya berpolitik antara DPRD dan Pemda.

Tanpa Paripurna

Peringatan Hari Ulang Tahun Kabupaten Solok Selatan ke-9 pada Senin, 7 Januari 2013 tanpa dibarengi sidang paripurna istimewa di DPRD Solok Selatan. Hal ini merupakan dampak kisruh antara legislatif dengan eksekutif tentang penetapan APBD 2013.

Kisruh tentang penetapan APBD 2013 sejak 2 Desember 2013 lalu, telah mencatat sejarah sebagai puncak perpecahan antara Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dengan pemerintah daerah.

Kegiatan yang ada di lingkup Pemerintah Kabupaten Solok Selatan hanyalah perayaan hari jadi. Acara berupa pameran dan penampilan seni dimulai secara resmi pada Sabtu, (5/1) di depan kantor Bupati Solok Selatan di Padang Aro.

Terlepas ada atau tidaknya Perda atau Perbup yang mengatur tentang peringatan hari jadi kabu­paten yang berjulukan bumi saran­tau sasurambi ini, selama delapan tahun sebelumnya, di daerah ini tetap digelar sidang paripurna istimewa peringatan hari ulang tahun kabupaten.

Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minang­kabau (LKAAM) Kabupaten Solok Selatan Noviar Dt Rajo Endah mengingatkan agar jangan terpancing dengan perilaku politik para elite.

Menjelang verifikasi dan perse­tujuan dari Pemprov Sumbar, masih ada waktu untuk mem­perbaiki itikad. Masyarakat mendambakan munculnya hu­bungan komunikasi yang baik antara para elit penye­lenggara pemerintahan daerah. “

Menurut Noviar, sebagai pemim­pin di daerah baik bupati dan DPRD, jangan arogan. “Mari duduk bersa­ma, para tokoh adat siap berpar­tisipasi. Harus saling cooling down dan intropeksi diri, berjalan sesuai tugas pokok dan fungsi masing-masing,” harapnya. (h/col/met)

BACA JUGA :