Lagi, Longsor di Solok Selatan

26 December 2012, 13:30
0 komentar | Dibaca: 616
Haluan Media : Situs Berita Terbaru & Aktual Padang , Riau dan Kepri | Lagi, Longsor di Solok Selatan
Lokasi tanah longsor di Solok Selatan (foto: HaluanMedia.com)

Bencana lagi! Belum lepas dari ingatan banjir melanda Solsel 22 Desember, Selasa dini hari wilayah itu kembali dilanda bencana. Pakan Rabaa longsor, tiga warga tewas tertimbun.

SOLSEL, HALUAN MEDIA — Tiga orang tewas seketika dihantam material longsor yang terjadi di Jorong Sungai Ipuh, Nagari Pakan Rabaa Tengah, Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh, Solok Selatan, Selasa (25/12) sekitar pukul 00.00 WIB.

Selain itu, 2 unit rumah dilanda material longsor. Rumah milik keluarga Suman dan keluarga Syamsur (32), warga Jorong Sungai Ipuh tertimbun. Ti­ga korban tewas juga anggota keluarga Syam­sur. Yaitu, mertuanya, Nurbaiti (61) dan dua orang anaknya, Yosi Fit­ria­ni (12) dan Tri Yulia Nanda Sari (8).

Yosi dan Tri adalah kakak-adik yang terdaftar sebagai pelajar salah satu sekolah dasar di Pakan Rabaa Tengah. Yosi Fitrian sedang duduk di kelas VI, dan adiknya Tri Yulia Nanda Sari pelajar kelas II.

Sementara itu, Syamsur, bersa­ma istrinya Samsi Warti dan anaknya Suci Ramadan selamat dari bencana.

Longsor menerjang permukiman masyarakat di Sungai Ipuh setelah hujan lebat tiada henti dari Senin (24/12) siang hingga berlanjut pada Selasa (25/12) dini hari. Saat itu warga tengah terlelap, dibalut dinginnya malam. Tiba-tiba, sekitar pukul 00.00 WIB, warga yang rumahnya bertetangga dekat dengan tebing bukit, dikagetkan dengan suara dentuman runtuhnya tebing. Rupanya, tebing yang runtuh ter­sebut berada tepat di belakang rumah milik pasangan Syamsur (32) dan Samsi Warti (28).

Dari informasi yang berhasil dihim­pun Haluan di lokasi keja­dian, nenek dan dua cucunya terse­but memang selalu tidur bersama di kamar bela­kang.

Kamar yang mereka tempati itu masih berdin­ding batako. Saat keja­dian, mate­rial longsor itu dengan mudah men­je­bol dinding hingga ambruk dan seketika me­nimbun tubuh nenek dan dua cucunya yang sedang terlelap.

Menurut keterangan anak kor­ban, Salmanir (32), setelah men­dengar adanya bunyi dentuman longsor, warga Sungai Ipuh bergegas memberikan pertolongan. Hingga setengah jam kemudian atau sekitar pukul 00.30 WIB, tiga tubuh korban yang terperangkap itu berhasil dikeluarkan satu per satu.

Jenazah pertama yang berhasil dievakuasi adalah jasad Nurbaiti, kemudian disusul jasad Yulia dan yang terakhir jasad Yosi.

Jenazah tiga korban itu lang­sung dilarikan ke IGD Puskesmas Pakan Rabaa yang terletak di Batang Limpaung, Pakan Rabaa Tangah. Selanjutnya jenazah nenek dan dua cucunya itu bawa ke rumah duka. “Di bagian kepala Yosi terdapat sedikit luka,” kata Salmanir.

Salmanir dibantu oleh Andi, anggota keluarga yang lain, meng­evakuasi tiga korban. Ia berusaha mengeluarkan korban dari timbu­nan langsor. Dalam waktu yang bersamaan, tebing masih terasa terus bergetar.

Hingga pukul 14.00 WIB, gabu­ngan tim penanggulangan bencana, masyarakat, bersama TNI AD masih terlihat membersihkan sisa material longsor di rumah warga.

Bupati Solok Selatan Muzni Zakaria, Wakil Bupati Solsel Abdul Rahman bersama sejumlah anggota DPRD Solsel yang meninjau lang­sung ke tempat kejadian peristiwa (TKP) mengaku cukup khawatir dengan kondisi pemukiman ma­syarakat yang tinggal dekat dengan tebing bukit.

Karena itu, ia menginstruksikan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) agar segera melakukan pendataan, terhadap warga yang masih bermukim di titik rawan bencana longsor.

Saat ini, terdapat puluhan rumah warga yang berjejer di tebing bukit  yang siap memuntahkan longsor. Pemkab Solsel berharap masyarakat yang tinggal di titik rawan longsor itu agar segera mengungsi.

Kepala BPBD Solsel, Hamudis mengatakan solusi atas perma­salahan tersebut, pada dasarnya Pemkab Solsel bisa saja membantu memberikan subsidi pembangunan rumah bagi warga yang tinggal di kawasan rawan longsor dan bersedia direlokasi. Namun, untuk masalah lahan,  pengerjaannya hendaknya melalui swadaya masyarakat.

Sampai berita ini ditulis, hujan masih mengguyur Pakan Rabaa Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh. Masyarakat sudah disaran­kan untuk mengungsi ke sebuah musala. Untuk sementara, Pemkab Solsel telah mendirikan dua tenda untuk dapur umum. Bantuan untuk korban longsor juga telah disa­lurkan. Antara lain berupa sem­bako, serta perlengkapan rumah tangga seperti tikar, terpal dan peralatan masak lainnya.

Sudah Empat Kali

Catatan koran ini, selang waktu tiga bulan menjelang akhir tahun, Kabupaten Solok Selatan sudah empat kali dilanda banjir besar, dimana satu diantaranya disertai galodo, serta satu kali bencana longsor.

Kepala BPBD Kabupaten Solok Selatan Hamudis kepada Haluan, Selasa (25/12) di Padang Aro, menyebutkan, bencana alam itu menyebabkan rusaknya fasilitas umum, menghanyutkan rumah penduduk, dan menewaskan lima orang warga. Kerugian dari lima bencana itu ditaksir mencapai miliaran rupiah.

Pertama, banjir besar yang melanda Solok Selatan, pada Rabu (31/10) dini hari yang disebabkan curah hujan tinggi sehingga meluap­nya aliran dari tiga aliran sungai besar di Kecamatan Sungai Pagu dan Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh (KPGD), yaitu aliran Sungai Batang Olo, Batang Suliti, dan Batang Bangko.

Kedua, banjir di Pasir Talang pada Selasa 27 November 2012 sekitar pukul 15.00 WIB. Akibat­nya, satu unit rumah permanen milik Rusdianto (46) roboh dan nyaris hanyut terbawa arus sungai Batang Cangkau. Banjir disebabkan meluapnya sungai Batang Lolo, Batang Lipotu, dan Batang Cangkar. Hujan di pemukiman warga memi­liki curah hujan sedang, namun di hulu sungai sangat lebat. Akibatnya, beberapa aliran sungai itu meluap.

Ketiga, hujan lebat melanda Kabupaten Solok Selatan sejak Kamis (13/12) sore menyebabkan banjir bandang (galodo-red) di dua nagari di Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh, dan banjir di Jorong Kampuang Tarandam Kecamatan Sungai Pagu. Banjir bandang ini disebabkan tingginya curah hujan sehingga mengamuknya aliran Sungai Batang Pangkua, Batang Binuang, dan Batang Sapan Salak.

Keempat, banjir akibat meluap­nya aliran sungai Batang Pangian di Jorong Sungai Sungkai, Nagari Sungai Kunyit, Kecamatan Sangir Balai Janggo, Sabtu (22/12) dini hari.

Akibat banjir tersebut, 80 unit ru­mah yang ditempati oleh 88 KK atau sekitar 236 jiwa terendam selama 5 jam. Walaupun banjir itu ti­dak menyebabkan korban jiwa, na­mun alat-alat rumah tangga, seperti barang-barang elektronik, bahkan sepeda motor ikut terendam banjir.

Kelima, longsor di Sungai Ipuh Nagari Pakan Rabaa Tengah Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh. Akibatnya, tiga orang meninggal dunia dan dua unit rumah rusak berat. (h/col/zal)

BACA JUGA :