PERMUDAH KOORDINASI SAAT BENCANA

Status KOREM 032/WBR Akan Ditingkatkan

17 May 2013, 15:42
0 komentar | Dibaca: 571
KOREM 032/WBR
Wakil Gubernur Sumbar Muslim Kasim, Wali­kota Padang Fauzi Bahar, Ketua DHD 45 Sumbar Zulwadi Dt Kali, LKAAM Sumbar, MUI Sumbar & Panglima TNI Jendral Agus Suhartono (Foto: HaluanMedia.com)

PADANG , HALUAN MEDIA — Wakil Gubernur Sumbar Muslim Kasim bersama Wali­kota Padang Fauzi Bahar, Ketua DHD 45 Sumbar Zulwadi Dt Kali, LKAAM Sumbar, MUI Sumbar dan sejumlah tokoh masyarakat lainnya, menemui Panglima TNI Jendral Agus Suhartono di Jakarta, Rabu (15/5). Mereka menga­jukan permohonan agar Korem 032 Wirabraja dapat ditingkatkan status nya menjadi Korem plus.

Diusulkan kepangkatan pimpinan Korem naik dari Kolonel menjadi Brigjen yang memiliki bintang satu. Dengan kepangkatan demikian, pimpinan Korem dengan leluasa bisa mengkoordinasikan penanganan bencana di Sumbar dengan kesatuan lainnya. Sebab keberadaan TNI saat bencana sangat diperlukan.

Wakil Gubernur Sumbar Muslim Kasim kepada Haluan Rabu (15/5), membenarkannya. Menurutnya, belajar dari bencana gempa tahun 2007 dan 2009 silam, maka kerjasama antar seluruh institusi sangat diperlukan dalam penanganan pasca bencana. Terutama peranan TNI dalam masa tanggap darurat.

Biasanya TNI di bawah komando Korem 032 akan mengkoordinasikan berbagai langkah yang diambil dengan berbagai institusi lainnya yang terlibat. Namun sering tersendat karena kewena­n­gan dan perannya yang sangat terbatas.

“Karena itu, kita mengusulkan ke Panglima TNI agar status Korem 032 Wirabraja ini ditingkatkan untuk memudahkannya memimpin pena­nganan saat terjadi bencana. Apalagi dalam waktu dekat ini, kita akan menggelar latihan penanggulangan bencana yang diikuti negara-negara di Asia Pasifik,” ujar Muslim Kasim.

Walikota Padang Fauzi Bahar yang dihubungi terpisah lebih jauh menjelaskan, aparat TNI sangat dibutuhkan saat terjadi bencana, seperti untuk memobilisasi perala­tan untuk evakuasi, mobilisasi logistik dan berbagai keperluan lainnya.

Hanya saja, saat mengkoor­dinasikan dan hendak memberikan perintah kepada institusi lainnya terutama jajaran Polri dan TNI lainnya, pimpinan Korem 032 tidak bisa memerintahkan begitu saja karena status dan kepangkatan yang setara.

“Jadi status Korem 032 Wira­braja harus ditingkatan dengan pangkat pimpinan Korem yang lebih tinggi tentunya. Surat resmi permohonan itu sudah disampaikan ke Panglima TNI,” terang Fauzi.

Menurut  Muslim Kasim, Pang­li­ma TNI menyambut baik usulan tersebut. Sebagai daerah yang rawan bencana khususnya berpo­tensi gempa disusul tsu­nami, maka usulan masyarakat Sumbar itu dinilai sangat logis dan realistis.

Dengan beberapa pertimbangan, seperti daerah rawan konflik maka biasanya status Korem di daerah itu dapat ditingkatkan. Misalnya saja status Korem Tanjung Pinang dan Korem Aceh memang sudah ditingkatkan dari sebelumnya.

“Secara pribadi, Panglima TNI dapat menerima usulan kita itu, karena dinilai sangat realistis. Secara kelembagaan, perlu dibi­carakan dengan Kepala Staf AD dan Presiden,” katanya. (h/vie)

BACA JUGA :