MENUJU SEA GAMES 2013

Kejurnas Piala KASAD XI Dimulai

28 February 2013, 09:23
0 komentar | Dibaca: 622
Sport Hall Temenggung Abdul Jamal, Batam menjadi tuan rumah Kejurnas Karate Piala KASAD (Foto: HaluanMedia.com)

BATAM, HALUAN MEDIA – Hari ini, kejuaraan nasional (Kejurnas) karate Piala Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) XI digelar di Sport Hall Temenggung Abdul Jamal, Batam. Rencananya, Wakil Kasad, Letjend TNI Moeldoko membuka langsung event yang berlangsung selama empat hari, dari 28 Februari hingga 2 Maret mendatang.

Kejurnas kali ini akan mempertandingkan 15 kelas/nomor pertandingan. Diantaranya KATA perorangan putra dan putri, KATA beregu putra dan putri, KUMITE putra dan putri. Untuk Perebutan Piala KASAD putra/putri, hanya diikuti oleh atlet-atlet Juara I pada nomor Kumite.

Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) sendiri menurunkan 30 atlet yang dibagi dalam 2 kontingen. Dalam kontingen tersebut, terdapat dua atlet terbaik kiriman pengurus daerah (pengda) tangan kosong (Tako) Kepri. Dari dua atletnya itu, Pengda Tako Kepri menargetkan satu emas dalam event tingkat nasional.

Hal itu mengacu pada Kejurnas di Medan beberapa waktu lalu, dimana 12 Atlet Kepri pulang membawa medali.

“Dari atlet kita ada dua yang turun, yakni Netanael Pasaribu peraih emas pada Kejurnas di Medan. Kali ini ia turun di kelas min 55 kg putra. kemudian Ardi Samuel Sihombing turun dikelas Min 60 kg putra, merupakan peraih medali Perak pada kejurnas di Medan juga. Makanya dengan Piala Kasad ini, saya yakin mereka berdua dapat mempertahankan gelarnya,” kata Ketua Umum Pengda Tako Kepri, Jumaga Nadeak saat acara Malam Silaturahmi Pengurus, Pembina, Penasehat dewan sabuk hitam Tako Indonesia Provinsi Kepri yang dihadiri ketua umum Tako Indonesia, Nurdin Tampubolon di Hotel Goodway, Batam, Selasa (26/2) malam.

Dijelaskannya, bagi pemenang yang menjadi juara pada kejurnas kali ini, secara otomatis akan masuk untuk mengikuti ajang Piala Mendagri pada Mei mendatang. Ia pun yakin, sebab berangkat dari pembinaan yang berjalan saat ini sudah tidak diragukan lagi.

Di tempat sama, Ketum Tako Indonesia, Nurdin Tampubolon didampingi Sekjen PB, Edison Manurung mengatakan, pembinaan atlet merupakan tujuan nasional yang mengarah pada prestasi. Piala Kasad ini sangat menentukan, karena sang juara akan masuk ke pelatnas untuk dikirim ke Myanmar pada Sea Games mendatang.

Nurdin juga mengharapkan kepada setiap Pengda untuk memiliki minimal tiga Pengcab. Sebab akan menghasilkan persaingan prestasi yang baik. Selain itu tentu, perhatian pemerintah sangat diharapkan juga.

“Diharapkan, pemerintah Kepri menyediakan fasilitas latihan. Agar ada anggaran masuk di APBD untuk mendorong prestasi Tako Kepri. Kemudian, kita harap Pengda dapat membentuk pengcab-pengcab minimal tiga,” kata Nurdin.

Ia pun berjanji kepada atlet Tako yang mendapat juara akan diberikan bonus, hingga pekerjaan. Bonusnya berupa uang Rp 10 juta untuk emas, medali perak juga diberikan bonus Rp 6 juta dan perunggu Rp 3 juta. Sementara untuk pekerjaan dijanjikan, bagi mereka yang berprestasi tapi tidak memiliki pekerjaan.

“Selain itu, peraih medali emas dan perak akan tampil di Sea Games di Myanmar. Diberikan spesial award, untuk training di Jakarta dan peningkatan pelatihan agar bisa ikut di Myanmar,” katanya.

Sementara Ketum Forki Indonesia sebagai induk olah raga karateka, Hendardji Soepandji mendorong agar atlet karateka mampu mencapai prestasi tingkat dunia.

“Semoga Tako nanti semakin berprestasi. Atlet Tako yang mendapat medali, akan saya berikan bonus Rp20 Juta,” ujarnya.

400 Wasit Ikuti Penataran

Sebelum Kejurnas Piala Kasad XI dimulai, sebanyak 400 orang wasit nasional karate-do Se-Indonesia mengikuti penataran/refresing dan pisikotes wasit daerah. Penataran dilakukan di Sport Hall Temenggung Abdul Jamal.

Penataran dilakukan untuk memilih wasit yang layak dan pantas mengikuti Kejurnas Piala Kasad XI. Ketua Dewan Wasit Karate Nasional sekaligus anggota Dewan Wasit World karate-do Federation, Donald BL Kolopita mengatakan, wasit itu sesuai aturan tata krama aturan dunia harus bisa mengikuti perkembangan aturan baru dalam memimpin sebuh pertandingan dalam kejuaraan karate. Sehingga, bisa memberikan suatu keputusan tepat, tidak dibawah tekanan dan tidak merugikan para atlit dalam sebuah pertandingan.

“Untuk menjadi wasit dalam turnamen piala Kasad XI kali ini, setiap wasit tidak saja mengikuti penataran wasit. Tapi, juga harus mengikuti psikotes yang dilakukan oleh anggota TNI dari tim piala Kasad XI ini. Sehingga, setiap wasit yang memimpin pertandingan nanti, memiliki mental serta ketegasan dalam memberikan penilaian dan keputusan,” kata Donald, kemarin.

Dijelaskan, penataran wasit yang berlangsung selama dua hari (Senin dan Selasa (25-26/2) yang ditutup dengan melakukan psikotes. Karenanya, kejurnas Piala Kasad XI 28 Februari 2013 ini merupakan sebuah ajang yang sangat bergensi. Sehingga, semua atlit yang menjadi pemenang nanti betul-betul atlit yang prestasi dan berkelas,” ujarnya.

“Peraturan wasit karate tahun 2012 banyak berubah, yang belum dipahami para wasit. Terutama untuk penilaian atlit dalam penampilan Kata perorangan maupun Kata peregu. Kita melakukan penataran wasit dengan standar nasional dan internasional. Sehingga, keputusan yang diberikan wasit itu betul-betul penilaian yang sangat objektif,” jelasnya.

Untuk setiap lapangan pertandingan, jelasnya, berdasarkan standar internasional harus di pimpin 20 orang wasit juri. Jadi, kalau panitia menyadiakan empat lapangan untuk betanding ini, tentunya panitia harus meyiapkan 80 orang wasit juri, ujar Donald.

Sementara itu, Ketua Majelis Lembaga Perguruan(MLP) Nasional, Tono Suud kecewa dengan persiapan yang dilakukan oleh tuan rumah. karena masih banyak yang tidak sesuai dengan apa yang diharapkan.

“Kejurnas ini sangat ketat, keras serta sangat bergensi lho…Tapi, nampaknya panitia penyelenggara kurang siap dalam mengatur segala sesuatunya. Sehingga, kita agak kebingungan dan tidak bisa berkoordinasi dengan panitia,” ucap Tono.

Mudah-mudahan saja, kata Tono, pada pembukaan yang dilakukan oleh Wakil Kepala Staf Angkatan Darat, Letjend TNI Moeldoko serta dalam pelaksanaannya tidak ada masalah. “Kita optimis akan berjalan sukses. Ini cuma hanya kesalahan koordinasi antara sesama panitia saja dan tidak perlu dipermasalahkan,” elaknya.(kid/mnb/vnr)

BACA JUGA :

No related posts.