REGULASI HARUS JELAS

DPRD Lingga Usulkan Pembentukan Yayasan Masjid Agung

01 March 2013, 17:15
0 komentar | Dibaca: 406
Gubernur Kepri, M Sani saat peletakan batu pertama Masjid Agung Lingga (Foto: HaluanMedia.com)

LINGGA, HALUAN MEDIA – Rencana pembangunan Masjid Agung Lingga yang tidak menggunakan APBD Kabupaten Lingga disambut baik oleh Ketua DPRD Lingga. Hanya saja, Ketua DPRD Lingga Kamruddin Ali meminta Bupati Lingga agar membentuk yayasan khusus untuk menangani penggalangan dana. Salah satu fungsinya untuk mengurus dana hibah nantinya. Hal itu disampaikannya Kamruddin Ali usai peletakkan batu pertama, Rabu (27/2)

Selain itu ada juga bantuan gubernur Kepri untuk pembagunan Masjid Agung Lingga hingga perlu ada yayasan agar memiliki badan hukum sendiri. ”Supaya dana hibah, tersebut dapat dipertanggungjawabkan secara hukum kepada masyarakat,” jelas Kamruddin Ali yang juga tokoh partai Golkar Kabupaten Lingga.

Menurutnya, dengan adanya rencana Bupati Lingga untuk membangun beberapa gedung perkantoran, ia juga mendukung rencana tersebut, karena masih banyak kantor-kantor dinas yang masih berada di Dabo.

“Kita akan dukung bupati agar mempermudah koordinasi dan komunikasi Sektariat Kabupaten dengan SKPD yang ada dan proses pembagunannya cepat terlaksana,” katanya.

Hanya saja, sambungnya, sebelum pembangunan dilakukan, regulasinya mesti dipahami, agar jangan ada kesalahan hukum.

“Pembangunan itu tidak boleh terputus, harus ada target dan diharapkan bisa terlaksana secepatnya. Begitu juga anggaran Pemerintah provinsi yang berkisar Rp90 miliar, masih banyak yang belum terakomidir.

”Untuk itu agar dinas terkait lebuh jeli agar tidak terjadi tumpang tindih anggaran pembangunan antara APBD Lingga dengan anggaran yang diberikan Pemprov,” pintanya.(put)

BACA JUGA :