GAGAL MEDIASI DENGAN KOMISI II

Keluhan Nelayan Mantang dan Bintan

16 January 2013, 13:31
0 komentar | Dibaca: 423
Nelayan Bintan (Foto: HaluanMedia.com)

BINTAN, HALUAN MEDIA – Upaya mediasi antara nelayan Mantang dan Bintan Pesisir dengan pihak pengusaha terkait jaring ikan tyang rusak diterjang kapal bauksit, gagal karena tak satupun perwakilan perusahaan yang hadir. Akhirnya nelayan mencoba mengadu ke pihak Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Bintan.

Begitu pula pihak Komisi II DPRD Bintan meminta Distamben agar memanggil perusahaan bauksit PT Lobindo dan PT Wahana untuk diminta pertanggungjawaban atas kerugian jaring nelayan yang rusak. “Upaya mediasi yang Komisi II DPRD Bintan fasilitasi malah gagal. Karena perwakilan perusahaan tambang tidak ada yang datang. Padahal ada 50 nelayan yang hadir,” ujar Ketua Komisi II DPRD Bintan Zulkifli, Selasa (15/1).

Atas gagalnya mediasi ini kata Zulkifli, ia telah meminta Dinas pertambangan untuk memanggil pihak-pihak terkait untuk menyelesaikan masalah ini.”Kita sudah meminta Distamben untuk memediasi persoalan nelayan dan perusahaan bauksit ini,” katanya.

Sementara Kepala Distamben Bintan, Wan Rudi membenarkan, adanya permintaan dari Komisi II DPRD Bintan agar mengupayakan untuk melakukan mediasi. Namun ketidak hadiran pihak pengusaha bauksit, lantaran surat undangan hearing DPRD Bintan baru diterima Selasa (15/1), pada waktu hearing berlangsung.

“Pengusaha tambang baru menerima surat undangannya hari ini (Selasa (15/1), sehingga mereka tidak bisa datang. Mereka tidak tahu kalau hari ini ada hearing,” kata Wan Rudi.

Pengusaha tambang kata Wan Rudi, akan kooperatif dan bersedia duduk bersama dengan nelayan untuk membahas persoalan kapal bauksit yang melanggar jaring nelayan ini.(cw64)

BACA JUGA :