Ancaman Gugatan terhadap Kapolres

13 December 2012, 10:03
0 komentar | Dibaca: 661
Haluan Media : Situs Berita Terbaru & Aktual Padang , Riau dan Kepri | Ancaman Gugatan terhadap Kapolres
Kapolres Barelang, Kombes Pol. Karyoto

BATAM – Kepala Kepolisian Resort (Kapolresta) Barelang, Kombes Pol, Karyoto akan digugat bila dalam waktu 3 X 24 jam tidak mencabut keputusan pemblokiran rekening PT Venture Technologi Indonesia (VTI).

Ancaman gugatan ini dilontarkan Dr Eggi Sudjana,SH,MS.i dan Budi Nugroho,SH, Kuasa Hukum PT VTI, usai mendengar putusan sidang perdata di Pengadilan Negeri Batam, Selasa ( 12/12).

Eggi menjelasakan, Kapolresta melakukan pemblokiran rekening perusahaan sejak awal proses hukum kasus pidana dan perdata antara PT VTI, sebagai tergugat dan Karya Agung Pte.Ltd hingga saat ini.

Tindakan Kapolresta memblokir rekening perusahaan dinilai, telah menyalahi aturan hukum dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Diantaranya menyalahi Peraturan Kapolri No 14 tahun 2012, pasal 10 ayat 2 poin 60 tentang manajemen penanganan perkara pidana. Menurut Eggi, rekening perusahaan tidak boleh diblokir karena menyangkut berbagai kegiatan perusahaan. Yang boleh diblokir adalah rekening pribadi.

Selain itu, kata Eggi, pencabutan pemblokiran rekening sudah harus dilakukan sejak April 2012 lalu karena surat pemblokiran dari Kapolres tidak masuk dalam tata naskah berkas perkara. Apalagi baik pada sidang pidana sebelumnya maupun pada sidang perdata, PT VTI sebagai tergugat menang telak atas gugatan Karya Agung Pte.Ltd pimpinan

“Oleh karena itu, kami akan melaporkan tindakan Kapolresta Karyoto kepada Propam dan akan melakukan gugatan dengan menuntut ganti rugi perhari sebesar Rp 100 juta, bila dalam waktu 3 X 24 jam tidak mencabut pemblokiran rekening klien kami,”tandas Eggi didamping Direktur PT VTI, Acim Maulana, dan Humas PT VTI, Konstantinus Roke Wea.

Budi Nugroho menambahkan, selain Kapolres pihaknya juga akan menggugat balik Karya Agung Pte.Ltd yang telah menerima barang dari kliennya namun merasa dirugikan dan melancarkan gugatan.

Sementara kepada Majelis Hakim Pengadilan Negeri Batam yang menyidangkan kasus pidana dan perdata, Eggi dan Budi Negri menghaturkan terimakasih telah memenangkan kliennya melalui proses sidang yang cukup panjang.

Secara khusus, Eggi dan Budi meminta maaf kepada Majelis Hakim yang menyidangkan kasus perdata masing-masing Reno Listowo,SH, Thomas Tarigan,SH, dan Subandi,SH, sebab pada sidang pihaknya menduga majelis hakim tendensius dan berpihak kepada penggugat menyusul indikasi-indikasi tertentu dalam persidangan. Namun dugaan tersebut tidak benar adanya, menyusul majelis hakim melalui putusan sidang nomor 65/pdt.g/VI/2012/PN BTM dalam sidang perkara perdata telah memenangkan kliennya.

Kronologi permasalahan hukum antara Karya Agung, Pte,Ltd sebagai penggugat dan PT VTI sebagai tergugat berawal dari perkara pidana penipuan pasal 372 KUHP dan penggelapan pasal 378 KUHP. Proses hukum kasus pidana sudah berakhir, dimana Direktur PT VTI, Acing Maulana dinyatakan bebas murni. Menurut pasal 244 KUHAP jelas Eggi, putusan bebas murni tidak dapat digugat dan dikasasi. Anehnya Kejaksaan Negeri Batam mengajukkan kasasi.

Selain itu objek perkara yang sama dilanjutkan dengan gugatan perdata. Menurut Eggi, gugatan ini disebut error in personal karena salah orang, dimana tidak ada hubungan hukum antara Acing Maulana dari PT Venture Tekhnologi Indonesia dengan Dodi dari PT Karya Agung sebagai penggugat.

Sebab dalam kasus pidana sudah dibuktikan bahwa Acing bebas murni. Dengan keputusan tetap itu, sejak awal gugatan perdata seharusnya sudah ditolak demi hukum. Tapi herannya diterima dan disidangkan.

Sementara Direktur PT VTI, Acim Maulana mengaku puas dengan hasil putusan baik sidang pidana maupun perdata meski melalui proses sidang cukup panjang.

Kapolres Barelang, Kombes Polisi, Karyoto belum berhasil dikonfirmasi melalui via ponselnya perihal ancaman gugatan dari kuasa hukum PT VTI. (nico Ngao, Liputan Batam)

BACA JUGA :