Pasokan Sembako Masih Stabil

09 October 2012, 10:00
0 komentar | Dibaca: 661
Haluan Media : Situs Berita Terbaru & Aktual Padang , Riau dan Kepri | Pasokan Sembako Masih Stabil
Pasokan Sembako di Pulau Anambas masih stabil

ANAMBAS (HK)-Pasokan sembako di Pasar Tarempa, Kabupaten Kepulauan Anambas menjelang musim utara yang sudah mulai menampakan cuaca buruk dan  angin kencang pertengahan Oktober ini, masih lancar.

Kenaikan harga sayur mayur, cabai, beras dan sembako belum terlihat. Karena distribusi barang dari Tanjungpinang menggunakan kapal ferry dan Kapal Perintis Trigas III masih berjalan normal.

“Masih normal harga pasar. Belum ada kenaikan karena pasokan masih stabil dan cuaca buruk belakangan belum mempengaruhi penyebrangan barang,” kata Mus, pedagang pasar Tarempa, Siantan, Anambas, Senin (8/10).

Hingga saat ini belum ada tanda-tanda kelangkaan bahan pokok di Tarempa. Diungkapkan Mus, semua pasokan barang pedagang masih normal sesuai dengan jadwal kedatangan kapal.

“Kelangkaan juga belum terjadi, pasokan normal. Sesuai dengan kedatangan kapal yang mengangkut barang dari Tanjungpinang dan pulau-pulau lainnya ke Anambas,” tambahnya.

Kenaikan harga diprediksi juga tidak akan terjadi menjelang hari raya kurban. Bila cuaca masih tetap stabil dan kapal bisa menyeberang dari Tanjungpinang, harga cabe dan kebutuhan sayur mayur harian lainnya masih bisa terjamin.

“Kalau kenaikan tidak akan terjadi bila pasokan barang stabil seperti saat ini. Mudah-mudahan cuaca tidak buruk dan kapal dapat menyeberang sesuai dengan jadwal biasa. Tapi kalau di Tanjungpinang harga naik, otomatis di Anambas juga mengikuti,” terangnya.

Harga cabai merah keriting Rp40 ribu perkilogram , sayur sawi Rp20 ribu per kilogram, wortel Rp15 ribu per kilogram, bawang Rp14 ribu perkilogram.

Begitu juga dengan pasokan ikan, saat ini musim panen ikan tongkol. Ikan segar dari hasil tangkapan nelayan langsung dipasarkan di Pasar Tarempa.

“Sudah masuk musim panen ikan tongkol. Tongkol menjamur dari tiap pancing nelayan. Harga jauh turun dari biasanya. Tapi, karena hasil panen banyak , nelayan menurunkan harga dijual,” pungkas Nas nelayan di Tarempa (yul)

BACA JUGA :