Perubahan Kurikulum Membingungkan

12 December 2012, 10:40
0 komentar | Dibaca: 548
Haluan Media : Situs Berita Terbaru & Aktual Padang , Riau dan Kepri | Perubahan Kurikulum Membingungkan
Kurikulum Pendidikan

BATAM (HK)-Sejumlah praktisi pendidikan serta dosen di Batam, pada mengaku bingung atas perubahan kurikulum yang akan diterapkan tahun 2013 mendatang. Terlebih lagi kata mereka untuk peserta didik. Atas perubahan kurikulum ini telah banyak menyurutkan perbedaan pandangan dalam menyikapinya.

Apalagi melihat drafnya masih belum selesai dan menyisakan perbedaan pendapat, apakah perubahan tersebut dapat menguntungkan atau bahkan dapat menyengsarakan para guru yang nantinya sebagai ujung tombak keberhasilan dalam implementasikan kebijakan tersebut.

Seperti pandangan disampaikan salah seorang dosen Erika. Sebaiknya kata dia, pemerintah terlebih dahulu melakukan evaluasi terhadap kurikulum lama berupa KTSP. karena ia nilai sejauh ini tingkat keberhasilannya belum teruji. Padahaj kata dia, KTSP ini baru saja dilaksanakan kemudian muncul kebijakan baru.

Erika melihat, berbagai kebijakan dalam perubahan oleh penguasa menjadikan pendidikan di Indonesia terombang ambing. Begitu pula dengan persoalan revisi kurikulum, sesungguhnya juga harus dilihat dari tahap implementasinya atau dalam hal ini kualitas gurunya itu sendiri. Sehingga ketika  guru tidak dilatih maka mereka tidak akan mampu melakukan perubahan dalam sistem pengajaran dan pembelajaran.

Sementara padngan dari Praktisi Pendidikan dari Yayasan Berkah Karunia Kota Batam, Wijayako MPd, menilai pendidikan di Indonesia terlalu banyak peraturan dan kebijakan yang selalu dirubah-rubah, terutama kurikulum yang sejak tahun-ketahun mengalami perubahan. Tetapi tidak terlaksana dengan baik dan lama. Padahal kata dia, kurikulum ini merupakan sebuah rencana dan peraturan yang dibuat untuk mengatur dan penyusunan kegiatan pembelajaran supaya tujuan pendidikan bisa tercapai.

Diakuinya bahwa kurikulum itu penting, tetapi jika kurikulum selalu di rubah dari tahun-ketahun itu semua tak ada gunanya, hanya menambah persoalan di bidang pendidikan saja. Pendidikan semakin meningakat dan pelajaran yang dibuat tidak sesuai dengan standart pendidikan di tingkat dasar ataupun menengah.

“Buat apa merubah kurikulum kalau kemampuan gurunya tidak mumpuni. Jika perubahan dilakukan berapa lama proses pemberlakuannya. Ketika kebijakan dikeluarkan apakah harus dilaksanakan langsung? Apakah gurunya terlatih,” katanya.

Dicontohkannya, atas perubahan kurikulum ini mapel IPA dan IPS yang dihapuskan di SD akan memakan korban bagi guru mapel tersebut, terlebih lagi bagi yang bersertifikasi dengan kompetensinya yang akan diberlakukan tanggal 1 Januari 2013 dengan peraturan kenaikan pangkat yang baru.

“Apakah ini sudah dipikirkan, menurut saya pemerintah harus berhati-hati dengan revisi kurikulum agar pemerataan pendidikan dapat terealisasi tidak hanya sekedar diatas kertas tapi pada tingkatan dimasyarakat nyata,” jelasnya.(men)

BACA JUGA :